Showing posts with label rsync. Show all posts
Showing posts with label rsync. Show all posts

Monday, December 21, 2020

rsync otomatis backup linux

 http://lpseacehselatankab.blogspot.com/2017/01/backup-data-server-utama-secara-otomatis.html

Setelah tutorial sebelumnya membahas tentang cara install dan konfigurasi SPSE di centos sebagai server backup, kini saya tuliskan lagi cara backup file hasil upload dan backup database dari server utama ke server backup secara otomatis menggunakan crontab dan rsync. Berikut step – stepnya
Asumsi ip server utama 192.168.0.2 dan ip server backup 192.168.0.3 dengan password root yang sama antara server utama dengan server backup
Langkah pertama kita lakukan backup file hasil upload dengan menggunakan ssh dan rsync

Login ke server utama menggunakan putty lalu generate key untuk ssh

# ssh-keygen   ==> ( ketika ada pertanyaan, cukup di enter saja tanpa mengisikan apapun)

Copykan public key hasil dari ssh-keygen ke server backup

# ssh-copy-id -i .ssh/id_rsa.pub  192.168.0.3

Lakukan sinkronisasi file antara server utama dengan server backup, semisal file tersebut berada di folder /home/file_upload di kedua server.

# rsync -avz -e ssh /home/file_upload/*  root@192.168.0.3:/home/file_upload/
Masukkan perintah rsync tersebut ke dalam crontab agar bisa di eksekusi sesuai yang kita jadwalkan misalnya setiap 10 menit sinkronisasi dijalankan.

# crontab -e

*/10 * * * *  rsync -avz -e ssh /home/file_upload/*  root@192.168.0.3:/home/file_upload/

Langkah kedua, backup database postgresql dengan membuat sebuah file bantuan agar secara otomatis membackup database dan menyimpan hasil backup di folder yang diinginkan dan juga secara otomatis menghapus file hasil backup yang sudah kadaluarsa. semisal kita batasi file backup sampai dengan 7 hari sehingga hanya terdapat 7 file saja. Berikut contoh filenya dengan diberi nama backupdata.sh

# nano /usr/local/bin/backupdata.sh

backupdata
# chmod 755 /usr/local/bin/backupdata.sh

Masukkan perintah menjalankan backupdata kedalam crontab setiap 10 menit dan lakukan sinkronisasi setiap 15 menit

# crontab -e

*/10 * * * *   /usr/local/bin/backupdata.sh
*/15 * * * *  rsync -avz -e ssh /home/backup/*  root@192.168.0.3:/home/backup/

Lalu restart crontab nya

# /etc/init.d/cron restart     ==> versi debian dan turunannya
# /etc/init.d/crond restart  ==> versi redhat dan turunannya

Share:

Thursday, October 26, 2017

Rsync data center

 rsync -avPz --del adminaa@10.10.10.2:/media/HD1 /media/HDdatacenter

dari data center >> WORK
rsync -avzh /media/HD0 adminaa@10.10.10.249:/media/HDdatacenter

Share:

Tuesday, July 4, 2017

rsync antar SSH komputer

Misal direktori tujuan tidak ada maka akan ikut otomatis dibuatkan juga beserta isinya.
Tapi rsync cukup sering digunakan untuk mensinkronkan data atau file antara 2 server yang berbeda, dan untuk saya adalah backup.

 Saya awali dengan contoh rsync mendorong filenya ke VPS lain:
rsync -rvzh /home/backup root@192.168.1.22:/home/backup/backup_1

Atau juga bisa dibalik dimana kita menarik data dari VPS lain kesini:
rsync -rvzh root@192.168.1.74:/home/backup/backup /home/backup_2

Pada keduanya nanti akan muncul permintaan mengisikan password root atau user yang digunakan.
Secara default rsync bekerja lewat SSH tapi kalau di server tujuan sudah ada daemonnya maka bisa juga mendengarkan di port 873.

Oh ya, dalam eksekusi rsync tidak ada caranya menyisipkan parameter password user Linux, jadi memang tidak bisa langsung tersambung. Solusinya bisa diakali dengan sshpass atau sangat disarankan memakai SSH Keykarena lebih aman untuk login tanpa password.
Share: