428546135 anydesk
Wednesday, December 6, 2023
Tuesday, October 10, 2023
OJS Server
Minimum Server Requirement : #
- Operating System: Windows / Linux Based
- Minimal Disk Space: 500MB
- RAM: 500MB
- Apache > 2.46 version
- Curl installed and available
- Mysql 4.1 / MariaDB 10 / PostgreSQL 8.0
- PHP 7.3 with PHP package (PHP 8.1 is not recommended – there is some problem with the third-party plugin) :
- php-xml
- php-curl
- php-mbstring
- php-mysql (use mysqli as ojs database connection)
- php-pgsql (optional for Postgre db)
- php-intl
Monday, August 21, 2023
install eprints, SSL dan renew SSL
https://fazar.net/tutorial-lengkap-instalasi-eprints-3-4-pada-ubuntu-20-04/
renew certbot
https://docs.digitalocean.com/support/how-can-i-renew-lets-encrypt-certificates/
https://idnetter.com/cara-auto-renew-sertifikat-ssl-lets-encrypt/
Tuesday, April 11, 2023
setting SSL di ubuntu
Langkah 2, Install SSL di Apache
Diasumsikan server vps kamu sudah terinstall apache. Selanjutnya akses vps kamu secara remote melalui ssh. Gunakan panduan cara menggunakan ssh
1. Aktifkan modul ssl di apache
Untuk mengaktifkan modul SSL, kamu bisa menggunakan command berikut
a2enmod ssl service apache2 restart
- Buat folder tempat SSL
Berikutnya kamu perlu membuat sebuah folder, yang berfungsi untuk menaruh certificate SSL domain kamu. Kamu akan buat folder private dibawah direktori /etc/ssl/ gunakan perintah :
mkdir -p /etc/ssl/private chmod 700 /etc/ssl/private
- Upload SSL ke server
Selanjutnya upload certificate SSL kamu ke server, kamu bisa menggunakan Filezilla untuk upload file. Dibagian setting host kamu bisa isi seperti ini :
Keterangan:
Host , diisi alamat ip server vps
Username, diisi username untuk masuk ssh, biasanya root
Password, isikan dengan password user
Port, isikan dengan 22 (Kita akan masuk melalui sftp)
Kemudian klik tombol Quickconnect, jika muncul warning Hostkey, no problem kamu tinggal tekan Ok
Arahkan Remote site ke direktori /etc/ssl/private
Kemudian bagian panel kiri adalah lokal komputer / laptop kamu, pilih semua kemudian drag file SSLnya ke Remote site
- Setup Virtual Host
Edit file yang bernama default-ssl.conf
sudo vi /etc/apache2/sites-enabled/default-ssl.conf… SSLEngine on SSLCertificateFile /etc/ssl/private/certificate.crt SSLCertificateKeyFile /etc/ssl/private/private.key SSLCertificateChainFile /etc/ssl/private/ca-bundle.crt …
Restart Apache
Lalu restart apache dengan perintah :
service apache2 restart
https://www.jagoanhosting.com/tutorial/tutorial-vps/cara-install-ssl-di-apache-ubuntu
Sunday, January 17, 2021
Fatal error: $CFG->dataroot is not writable, moodle
Monday, December 21, 2020
rsync otomatis backup linux
http://lpseacehselatankab.blogspot.com/2017/01/backup-data-server-utama-secara-otomatis.html
Setelah tutorial sebelumnya membahas tentang cara install dan konfigurasi SPSE di centos sebagai server backup, kini saya tuliskan lagi cara backup file hasil upload dan backup database dari server utama ke server backup secara otomatis menggunakan crontab dan rsync. Berikut step – stepnya
Asumsi ip server utama 192.168.0.2 dan ip server backup 192.168.0.3 dengan password root yang sama antara server utama dengan server backup
Langkah pertama kita lakukan backup file hasil upload dengan menggunakan ssh dan rsync
Login ke server utama menggunakan putty lalu generate key untuk ssh
# ssh-keygen ==> ( ketika ada pertanyaan, cukup di enter saja tanpa mengisikan apapun)
Copykan public key hasil dari ssh-keygen ke server backup
# ssh-copy-id -i .ssh/id_rsa.pub 192.168.0.3
Lakukan sinkronisasi file antara server utama dengan server backup, semisal file tersebut berada di folder /home/file_upload di kedua server.
# rsync -avz -e ssh /home/file_upload/* root@192.168.0.3:/home/file_upload/
Masukkan perintah rsync tersebut ke dalam crontab agar bisa di eksekusi sesuai yang kita jadwalkan misalnya setiap 10 menit sinkronisasi dijalankan.
# crontab -e
*/10 * * * * rsync -avz -e ssh /home/file_upload/* root@192.168.0.3:/home/file_upload/
Langkah kedua, backup database postgresql dengan membuat sebuah file bantuan agar secara otomatis membackup database dan menyimpan hasil backup di folder yang diinginkan dan juga secara otomatis menghapus file hasil backup yang sudah kadaluarsa. semisal kita batasi file backup sampai dengan 7 hari sehingga hanya terdapat 7 file saja. Berikut contoh filenya dengan diberi nama backupdata.sh
# nano /usr/local/bin/backupdata.sh
# chmod 755 /usr/local/bin/backupdata.sh
Masukkan perintah menjalankan backupdata kedalam crontab setiap 10 menit dan lakukan sinkronisasi setiap 15 menit
# crontab -e
*/10 * * * * /usr/local/bin/backupdata.sh
*/15 * * * * rsync -avz -e ssh /home/backup/* root@192.168.0.3:/home/backup/
Lalu restart crontab nya
# /etc/init.d/cron restart ==> versi debian dan turunannya
# /etc/init.d/crond restart ==> versi redhat dan turunannya
Wednesday, November 18, 2020
Mengatasi Serangan Open Recursive DNS di MikroTik
Saat ini perangkat MikroTik sudah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata karena sudah banyak yang mulai menggunakannya. Namun dari banyaknya pengguna tersebut masih banyak yang kurang mengerti dasar-dasar keamanan pada MikroTik. Maka dari itu saya akan coba membahas salah satu teknik untuk menghadapi yang namanya celah Open Recursive DNS.
Serangan Open Recursive DNS
Serangan Open Recursive DNS adalah penggunaan IP dari Router kita sebagai DNS server oleh orang lain di luar jaringan kita. Hal ini biasanya ditandai dengan tingginya bandwidth unggah Router yang menuju ke Internet. Apa efek yang disebabkan oleh hal ini? Internet yang kita gunakan menjadi lebih lambat.
Pada Router dengan sistem operasi keluaran MikroTik yaitu RouterOS hal ini dipicu karena ketika mengizinkan Router menjadi DNS Server. Kalau teman-teman pergi ke IP > DNS di sana ada pilihan Allow Remote Requests yang berarti mengizinkan IP dari Router digunakan sebagai DNS Server. Inilah letak kesalahan orang yang baru belajar MikroTik, karena walau sebenarnya dia tidak menggunakan tapi asal centang saja. Intinya yang penting sesuai dengan tutorial yang ada di Internet.
Mengetahui Router Terkena Serangan
Untuk mengetahui Router terkena serangan atau tidak teman-teman bisa mengecek apakah bandwidth upload pada antarmuka jaringan yang langsung ke internet simetris dengan yang ada di lokal? Jika beda-beda tipis sih tidak masalah tetapi jika bedanya tinggi sekali maka perlu dicurigai. Jika sudah merasa curiga maka lakukan Torch pada antarmuka yang mengarah ke Internet seperti di bawah ini dan lihatlah bahwa bandwidth upload kurang wajar. Untuk lebih memastikan kalian coba cari saja informasi IP tersebut, untuk saya sendiri sudah beberapa kali IP dari negara Tiongkok.

Mengatasi Open Recursive DNS
Ada 2 pilihan yang bisa teman-teman lakukan yaitu dengan mematikan fungsi DNS Server pada Router kita dengan melakukan unchecklist pada pilihan Allow Remote Request pada konfigurasi DNS.

Kalau teman-teman ternyata masih membutuhkan Router MikroTik sebagai DNS Server maka kita bisa melakukan pemblokiran permintaan DNS ke antarmuka jaringan yang terhubung ke internet. Contohnya adalah dengan menggunakan perintah di bawah ini. Oh yaa teman-teman jangan untuk langsung copy paste perintah tersebut ke Router yaa karena kemungkinan akan langsung muncul pesan kesalahan. Pastikan bahwa variabel pada in-interface adalah antarmuka jaringan yang menuju ke Internet.
/ip firewall filter add chain=input dst-port=53 in-interface=internet protocol=tcp action=drop add chain=input dst-port=53 in-interface=internet protocol=udp action=drop
Sekedar menjelaskan maksud dari perintah tersebut, jadi kita akan memblokir permintaan yang masuk dari Internet (input > internet) yang meminta DNS (TCP & UDP port 53).
Pengecekan Berhasil atau Tidak
Untuk melakukan pengecekan apakah kita sudah berhasil atau tidak bisa dilakukan dengan cara melihat langsung apakah trafik yang mencurigakan tadi masih berjalan atau tidak. Selain itu kita juga bisa menggunakan situs web http://openresolver.com yang memeriksa IP Publik dari router kita apakah masih memungkinkan terkena serangan ini atau tidak. Kalau tidak tahu berapa IP Publiknya silahkan ketik saja di kolom pencarian Google dengan kata kunci my ip.

Jika sudah dilakukan sekarang periksa kembali lagi apakah penggunaan bandwidth sudah normal kembali atau belum. Jika belum silahkan tulis masalah kamu pada kolom komentar di bawah karena tampaknya harus ada penanganan khusus .