Monday, January 23, 2017

DMZ (Demilitarized Zone), cara kerja dan implementasi di mikrotik

DMZ adalah kependekan dari Demilitarized Zone, suatu area yang digunakan berinteraksi dengan pihak luar. Dalam hubungannya dengan jaringan komputer, DMZ merupakan suatu sub network yang terpisah dari sub network internal untuk keperluan keamanan. (proweb.co.id)
Untuk lebih jelasnya dapat saya analogikan, dalam hal ini dicontohkan, sebuah Jaringan memiliki sebuah IP Publik > 10.10.10.1/28 yang telah di konfigurasi pada sebuah gateway router, dibelakang router tersebut terdapat ip LAN dengan format berikut > 192.168.100.0/24. Pada jaringan LAN terdapat server yang difungsikan sebagai webserver yang memuat konten pembelajaran (e-learning) dan website sekolah, yang menggunakan ip LAN 192.168.100.100/24. Administrator menginginkan agar, server web yang berada dijaringan LAN dapat diakses secara publik, namun tidak perlu melakukan perubahan konfigurasi disisi webserver.  pada kasus diatas metode Firewall DMZ dapat berperan untuk menyelesaikan permasalahan diatas.
Agar lebih paham dengan kasus diatas, Model topologi jaringan dapat digambarkan menjadi sebagai berikut :
Screenshot from 2015-06-26 21:32:50
Penyelesaian permasalah diatas, dapat diimplementasi langsung pada perangkat router mikrotik, adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
kita akan membuat dua buah rule (aturan) pada mikrotik yaitu masuk pada menu IP > Firewall > NAT.
Tambahkan dua buah rule untuk NAT, yaitu :
1. SourceNAT :
srcnat (Source NAT) : pengalihan dijalankan untuk paket data yang berasal dari jaringan n. NAT dapat merubah alamat IP asal paket dari jaringan natted dengan alamat IP umum. Source NAT senantiasa dikerjakan sesudah routing saat sebelum paket keluar menuju jaringan publik. Masquerade yaitu perumpamaan dari srcnat.
srcnat1
srcnat2
2. DestinationNAT :dstnat (Destination NAT) : pengalihan dikerjakan untuk paket data yang menuju jaringan lokal. Ini umum difungsikan untuk membuat host dalam jaringan lokal dapat diakses dari luar jaringan (internet). NAT dapat merubah alamat IP arah paket dengan alamat IP lokal. Destination NAT senantiasa dikerjakan saat sebelum routing saat paket dapat masuk dari jaringan. Port Forward, Port Mapping, transparent proxy yaitu perumpamaan dari dstnat.
dstnat1
dstnat2
Tujuan ditambahkan dua buah rule diatas adalah agar IP yang akan dibuat menjadi Firewall DMZ dapat diakses dan beroperasi secara dua arah, baik mengirim maupun menerima.
Silahkan lakukan ujicoba : saat ini jika anda mengakses alamat IP 10.10.10.1 dari jaringan publik (internet) maka akan diarahkan ke IP webserver 192.168.100.100 pada jaringan LAN, dan begitu juga sebaliknya

Sekian, semoga postingan diatas bermanfaat, jika terdapat kesalahan / kekeliruan dalam penjelasan, pemahaman dan penulisan saya, kami berbesar hati untuk menerima koreksi dan masukkan agar tulisan diatas bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya.
Share:

Thursday, January 19, 2017

PENGHITUNGAN SUBNETTING, SIAPA TAKUT?

Setelah anda membaca artikel Konsep Subnetting, Siapa Takut?dan memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet MaskNilai CIDR
255.128.0.0/9
255.192.0.0/10
255.224.0.0/11
255.240.0.0/12
255.248.0.0/13
255.252.0.0/14
255.254.0.0/15
255.255.0.0/16
255.255.128.0/17
255.255.192.0/18
255.255.224.0/19
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.240.0/20
255.255.248.0/21
255.255.252.0/22
255.255.254.0/23
255.255.255.0/24
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
  5. Subnet
    192.168.1.0
    192.168.1.64
    192.168.1.128
    192.168.1.192
    Host Pertama
    192.168.1.1
    192.168.1.65
    192.168.1.129
    192.168.1.193
    Host Terakhir
    192.168.1.62
    192.168.1.126
    192.168.1.190
    192.168.1.254
    Broadcast
    192.168.1.63
    192.168.1.127
    192.168.1.191
    192.168.1.255
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.128.0/17
255.255.192.0/18
255.255.224.0/19
255.255.240.0/20
255.255.248.0/21
255.255.252.0/22
255.255.254.0/23
255.255.255.0/24
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
  5. Subnet
    172.16.0.0
    172.16.64.0
    172.16.128.0
    172.16.192.0
    Host Pertama
    172.16.0.1
    172.16.64.1
    172.16.128.1
    172.16.192.1
    Host Terakhir
    172.16.63.254
    172.16.127.254
    172.16.191.254
    172.16.255.254
    Broadcast
    172.16.63.255
    172.16.127.255
    172.16.191.255
    172.16..255.255
Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0172.16.0.128172.16.1.0…172.16.255.128
Host Pertama172.16.0.1172.16.0.129172.16.1.1…172.16.255.129
Host Terakhir172.16.0.126172.16.0.254172.16.1.126…172.16.255.254
Broadcast172.16.0.127172.16.0.255172.16.1.127…172.16.255.255
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan ðŸ˜‰

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
10.0.0.010.1.0.0…10.254.0.010.255.0.0
Host Pertama10.0.0.110.1.0.1…10.254.0.110.255.0.1
Host Terakhir10.0.255.25410.1.255.254…10.254.255.25410.255.255.254
Broadcast10.0.255.25510.1.255.255…10.254.255.25510.255.255.255
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya ðŸ˜‰
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2
Tahap berikutnya adalah silakan download dan kerjakan soal latihan subnetting. Jangan lupa mengikuti artikel tentang Teknik Mengerjakan Soal Subnetting untuk memperkuat pemahaman anda dan meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal dalam waktu terbatas.
REFERENSI
  1. Todd Lamle, CCNA Study Guide 5th Edition, Sybex, 2005.
  2. Module CCNA 1 Chapter 9-10, Cisco Networking Academy Program (CNAP), Cisco Systems.
  3. Hendra Wijaya, Cisco Router, Elex Media Komputindo, 2004.
Share:

Tuesday, January 17, 2017

CARA INSTALL FAIL2BAN DI UBUNTU DAN DEBIAN

Cara Install Fail2ban di Ubuntu dan Debian – Fail2ban adalah salah satu aplikasi yang digunakan untuk mencegah serangan brute force. Serangan brutal atau brute force attack adalah sebuah teknik serangan terhadap sebuah sistem keamanan komputer yang menggunakan percobaan terhadap semua kata kunci yang memungkinkan. Cara kerja fail2ban adalah dengan memblokir IP address yang memiliki ciri-ciri atau tanda-tanda serangan brute force terhadap sistem keamanan komputer (server).
Fail2ban sangat diperlukan untuk menimalisir kemungkinan pengambilalihan server yang anda miliki. Kemungkinan-kemungkinan seperti itu bisa saja terjadi, apalagi jika IP server anda tersebut sudah tersebar ke seantero dunia maya.cara install fail2ban di ubuntu, cara install fail2ban di debian, cara install fail2ban di linux, install fail2ban di vps
Kelebihan file2ban jika dibandingkan dengan software sejenis lainnya terletak pada banyaknya service yang dapat ditangani oleh fail2ban, seperti SSH (Openssh dan dropbear), FTP (proftpd dan vsftpd), email (postfix) dan banyak lagi service lainnya yang mampu ditangani oleh fail2ban. Selain itu file2ban juga terasa lebih simple, karena tidak perlu memasukan data IP yang mencoba untuk melakukan serangan brute force ke iptables untuk dilakukan pemblokiran satu-persatu.
Berikut adalah cara install fail2ban di VPS Ubuntu dan Debian :
  • Lakukan update terlebih dahulu :
    apt-get update
  • Masukkan perintah berikut untuk menginstall fail2ban di ubuntu dan debian :
    apt-get install fail2ban
    Jika ada permintaan konfirmasi, silahkan konfirmasi dengan mengetikan “y” lalu tekan enter.
    cara konfigurasi fail2ban, mengatasi brute force attack
  • Instalasi fail2ban sudah selesai. Selanjutnya silahkan copy file konfigurasi default file2ban yang terletak di /etc/fail2ban/jail.conf, melalui command :
    cp /etc/fail2ban/jail.conf /etc/fail2ban/jail.local
  • Setelah selesai mengcopy file jail.conf ke jail.local, editlah file tersebut sesuai dengan keinginan anda. Gunakan selalu editor pilihan anda, dalam tutorial ini saya menggunakan nano editor :
    nano /etc/fail2ban/jail.local
    Perhatikan pada bagian-bagian penting berikut ini :
    • ignoreip adalah bagian untuk memasukkan IP mana saja yang akan anda kecualikan (tidak bisa diblok), walaupun salah memasukkan password berkali-kali. Jika IP address yang ingin anda masukkan berjumlah lebih dari satu, silahkan pisahkan dengan spasi antara IP yang satu dengan yang lainnya.
    • bandtime adalah jumlah waktu sebuah IP akan diblokir dalam satuan detik. Biasanya secara default di bagian ini tertulis angka 600 yang berarti 10 menit. Silahkan anda sesuaikan dengan keinginan anda, jika angka 600 dirasa kurang tepat buat anda.
    • maxretry adalah jumlah percobaan yang dapat dilakukan oleh sebuah IP sebelum IP tersebut di blok. Jika disana tertulis 3, berarti setelah 3 kali salah memasukkan password, maka IP tersebut akan otomatis terblok. Silahkan anda edit bagian ini jika dirasa kurang pas. Semakin kecil angka yang dimasukkan, maka akan semakin kecil pula kesempatan brute force attack beraksi ke server anda.mengatasi serangan ddos, keamanan vps linux, cara mengamankan vps linux
    Pada baris lain dibawahnya terdapat :
    • destemail adalah bagian untuk memberikan laporan jika ada IP yang dicurigai telah berusaha melakukan serangan brute force. Silahkan ganti root@localhost dengan alamat email yang anda inginkan misalnya me@dedeerik.com, namun harap anda pastikan terlebih dahulu bahwa VPS anda sudah mempunyai mail server yang dapat digunakan untuk mengirim email ke mail server luar (Baca :Membuat Mail Server di Ubuntu).
    • [ssh] berikut dropbear dan seterusnya kebawah bisa anda atur pada bagian enable = true menjadi false atau sebaliknya. True adalah pengaturan untuk mengaktifkan (ON) dan false untuk menonaktifkan (off). Untuk portnya bisa anda sesuaikan apabila anda sudah mengganti port default dari masing-masing layanan (open ssh, dropbear dan lain-lain). Seperti contoh, jika anda telah mengganti port SSH dari 22 ke 2200, maka pada bagian port tersebut silahkan isi dengan port 2200.mengatur iptables debian, memblokir ip di debian
    Simpan pengaturan konfigurasi tersebut dengan CTRL+X, Y.
  • Supaya konfigurasi yang anda atur tadi dapat bekerja dengan baik, silahkan restart fail2ban dengan command :
    service fail2ban restart
Install dan konfigurasi fail2ban telah selesai, anda bisa mencoba mengakses komputer (server) anda dengan memasukkan data password yang salah berulang kali. Saya jamin, setelah anda melakukannya lebih dari batas yang diijinkan, maka anda tidak akan bisa mengaksesnya sama sekali selama waktu yang telah anda tentukan diatas. Fail2ban akan bekerja otomatis, setelah server di restart sekalipun.
Share:

Monday, January 16, 2017

Install Webmin Ubuntu Server 12.04

Tested Ubuntu 12 Server

Assalamualaikum.wr.wb. Salam Sejahtera untuk anda semua. Okey pada kesempatan kali ini saya ingin mesharing lagi tentang Ubuntu Server 12. Jika, pada postingan sebelumnya saya sudah mensharing tentang Konfigurasi NTP Server Ubuntu Server 12.04, tapi kali ini saya akan memposting tentang cara Konfigurasi Webmail di Ubuntu Server 12.04. Berikut konfigurasinya.


Webmin adalah web based system administration. (administrasi berbasis web) - administrasi sistem operasi berbasis Unix. Selain Linux, keluarga BSD, Sun Solaris, SCO, HP/UX dan masih banyak lagi, tercatat kurang lebih ada 40-an sistem operasi' yang didukung oleh Webmin.

1. Pertama install paket webmin nya.


apt-get install perl libnet-ssleay-perl openssl libauthen-pam-perl libpam-runtime libio-pty-perl apt-show-versions python


2. Kemudian download webmin nya .

wget http://prdownloads.sourceforge.net/webadmin/webmin_1.580_all.deb


3. Kemudian masukan perintah

dpkg -i webmin_1.580_all.deb


4. Kemudian install -f

apt-get -f install


5. Kemudian buka browser dan masukan ip address anda dan beri port 10000, karena defaultport webmin itu 10000.

https://192.168.3.112:10000

6. Webmin berhasil :)
Thanks You :)
Share:

Cara Membangun Web Server (Apache, PHP, MySQL, phpMyAdmin) di Ubuntu

Sebelumnya kami telah membahas tentang cara membangun web server di Ubuntu menggunakan NginX dan komponen pendukung lainnya. Tidak jauh berbeda, kali ini kami akan mengulas dengan penggunaan Apache sebagai engine utamanya. Bagi pengguna Apache setia atau yang ingin migrasi, silakan simak uraian singkat kami berikut ini.

PERSIAPAN AWAL

Seperti biasa, pastikan sistem operasi Ubuntu Anda telah memiliki versi terkini. Silakan lakukan perbaruan dengan perintah:
apt-get update

INSTALLASI

Harap perhatikan perintah installasi dengan cermat. Gunakan “apache2”, bukan “nginx”. Sesuaikan dengan contoh kami berikut ini:
apt-get install apache2 php5 php5-mysql mysql-server mysql-client

KONFIGURASI Apache2

Secara default file konfigurasi Apache2 terletak di direktori /etc/apache2/Apache2.conf. Buka/edit lalu tambahkan script di bawah ini:
Include /etc/apache2/site-enabled/*

KONFIGURASI MySQL

MySQL akan meminta kata sandi untuk root pada MySQL. Silakan masukkan perintah berikut untuk membuat akses root dan password sebagai kata sandinya:
mysql -u root -p password

Kemudian buat sebuah user MySQL lain sebagai pengguna dengan penyesuaian akses, dan juga sebagai pembeda dengan root.
create user 'user'@'localhost' identified by 'passworduser';
flush privileges;

INSTALL PHPMYADMIN

Secara default, package phpMyAdmin telah tersedia di repository Ubuntu tanpa harus memperbarui. Maka Anda sudah dapat memasangnya langsung dengan perintah:
apt-get install phpmyadmin

MEMBUAT APACHE2 DENGAN VIRTUALHOST

Langkah pertama adalah membuat sebuah user dan berikan hak akses. Ikuti perintah kami:

adduser namauser
chmod 755 /home/namauser

Kemudian buat public_html dan file php-nya
mkdir public_html
vi public_html/info.php

Lalu buka/edit file info.php dan tambahkan baris perintah:
<? echo "Ini Untuk domain virtualhost"; ?>

SImpan dan keluar. Tahap selanjutnya adalah mengaktifkan module userdir.
cd /etc/apache2/mods-enabled
ln -s /etc/apache2/mods-available userdir.conf userdir.conf
ln-s /exc/apache2/mods-available userdir.load userdir.load
Buat file vhost-nya di direktori /etc/apache2/sites-available/vhost, kemudian masukkan perintah ini:
<VirtualHost no_ip:80>
ServerName example.com
ServerAlias www.example.com
DocumentRoot /home/namauser/public_html
</VirtualHost>
Kemudian buat link file di /etc/apache2/sites-enabled
cd /etc/apache2/sites-enabled
ln -s /etc/apache2/sites-available/vhost vhost

RESTART SERVICE

Jalankan ulang layanan Apache dan MySQL untuk mengimplementasi pembaruan. Dari sini seharusnya web server Anda telah siap beroperasi.

service Apache2 restart
service mysql restart

MENJALANKAN WEB SERVER

Untuk testing, buka http://example.com atau http://example.com/phpmyadmin pada browser Anda.

Jika ada kesalahan, saran atau pertanyaan, jangan sungkan untuk menghubungi tim kami.
Share:

Tuesday, January 10, 2017